Gabah atau padi adalah asal mula dari beras yang kita makan setiap
hari. Untuk menjadi butiran beras yang putih itu gabah diselip.
Fungsinya adalah mengelupas kulitnya atau merang.
Inilah adalah photo yang saya ambil di depan rumah, ketika sedang
menyelipkan gabah. Alhamdulillah, keluarga saya adalah petani, hampir
tidak pernah membeli beras. Setiap panen sebagian dijual dan sebagian
disimpan. Suatu ketika beras habis, menyelipkan sendiri.
Zaman dulu orang menggunakan lesung untuk mengelupas kulit gabah
sehingga menjadi beras. Lalu ada gudang selip beras, namanya saya
lupa. Yaitu orang harus membawa gabah ke tempat pengilingan/selip
beras. Bisa dipastikan, dulu orang yang punya selipan gabah pasti
kaya. Ia dapat bekatul dari olahan selip gabah itu, dan kadang
mendapatkan ongkos. Serta jumlah selipannya terbatas.
Sekarang untuk menyelip gabah sungguh mudah. Orang membuat modifiksi
ledok yang digerakan mesin diesel untuk keadaaraan dan mengerakan alat
pengiling atau selip. Mereka keliling dan orang bisa memanggilnya
untuk menyelipkan gabahnya. Tanpa diberi upah, si penyelip mendapatkan
bekatul yang bisa dijual untuk pakan ternak.
Posted by @kurniasepta |
http://kurniasepta.blogspot.com